Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2015

My Little Baby

Masih ada harapan  Kala melihatmu  Aku bahagia  Tersenyum dan ceria  Bayiku yg manis  Dulu aku berdoa  Meminta diberikan keajaiban  Dan Tuhanpun mengabulkan  Kini kau ada di kehidupan ku Menyatukan yg hilang  Mendekatkan yg hampir buyar Semua orang suka padamu  Bayiku yg cantik  Berjanjilah untuk selalu menemaniku Jadilah teman bagiku  Kita akan belajar bersama  Bayiku yg lucu  Terimakasih telah menjadi anak yg baik🤗

Tuhan Beri Aku Waktu

Ku tahu ini salahku Ini kebodohanku Tuhan... aku sadar aku jauh darimu Tuhan... aku ingin didekatmu Aku benci diriku Aku terlalu lemah Aku malu akan semua tingkahku Aku sangat aneh Aku tidak seperti ini Ini memang salahku Dongeng dan drama yang terlalu ku impikan Hingga akhirnya semuanya terasa menjijikan Tak ingin ku ingat kembali Waktu aku sangat membutuhkanmu Waktu aku merasa kacau saat kau acuhkan aku Aku rapuh Memang tiada lagi tempat untuk berkeluh kesah Hingga aku sangat bergantung padanya Oh Tuhan... mengapa aku sebodoh ini? Dekap aku dalam sujudku Aku terlalu lelah Aku terombang-ambing oleh semuanya Orang-orang disekitarku Mereka membuat pikiranku kacau Tuhan beri aku waktu untuk menjadi dewasa Aku tahu aku terlalu cengeng Aku tahu aku mudah tersinggung Tuhan berikanlah aku kekuatan Tuhan beri aku waktu untuk menghapus dosa-dosaku

Antara Cinta Dan Cita-Cita

Saat cinta harus terhenti Saat cinta harus tertunda Itu sangat menyakitkan Itu sangat mengecewakan Namun dibalik itu semua ada alasannya... Cita-cita yang mulia Saat kau mencintai seseorang namun saat itu pula kau mengingat kedua orang tuamu Maka, saat yang paling tepat adalah meninggalkan dia yang kau cintai demi membahagiakan orang tuamu. Bukan ingin berbuat tega Bukan ingin saling menyakiti Tapi ini adalah kedewasaan Bahwa kita punya tanggung jawab Tanggung jawab atas masa depan diri kita Karena.... Tidak selamanya kita meminta Tapi kita harus memberi Tidak selamanya kita merengek Tapi kita harus berusaha sendiri untuk mendapatkannya

Musuhku sahabatku

Seharusnya aku sadar bahwa sejak dulu. Pertengkaran kita adalah hal yang tidak penting. Aku selalu sadar aku sangat kekanak-kanakan. Aku sangat ingat dan masih ingat. Saat kamu bilang aku egois. Memang, aku sangat egois dan keras kepala. Sejak hari itu kita tak pernah bicara. Aku mengerti bahwa kamu sedang berjarak. Aku tahu bahwa kamu tidak membenci ku. Kau hanya ingin melihatku berubah dan menjadi dewasa. Kau selalu menyemangatiku walau itu hanya di dalam hatimu. Hari berlalu cepat berlalu. Detik-detik waktu terasa sangat berarti. Dan kau menyadarkanku akan hal itu. Hati yang sama-sama sadar dan percaya. Kita masih bisa memperbaikinya. Kau bukan musuhku. Ya aku telah salah menilaimu. Aku terlalu naif menganggapmu baik. Dan ternyata kamu memang baik. Mungkin selama ini aku hanya berusaha mencari perhatian. Aku yakin Allah akan memberi jalan. Kau lah sahabatku. Aku merindukanmu dalam lamunku. Do'aku selalu menyertaimu. Sahabatku yang baik. Terima kasih kau telah memaafkank...