Masih ada harapan Kala melihatmu Aku bahagia Tersenyum dan ceria Bayiku yg manis Dulu aku berdoa Meminta diberikan keajaiban Dan Tuhanpun mengabulkan Kini kau ada di kehidupan ku Menyatukan yg hilang Mendekatkan yg hampir buyar Semua orang suka padamu Bayiku yg cantik Berjanjilah untuk selalu menemaniku Jadilah teman bagiku Kita akan belajar bersama Bayiku yg lucu Terimakasih telah menjadi anak yg baik🤗
Entah...tak dapat lagi ku berkata-kata saat kejadian itu terjadi didepan mataku. Tak dapat ku bendung air mata ini. Rasa kecewa, sedih, ingin marah 😠"Pergi....cepat pergi.. Aku tak ingin melihat kau lagi! Tak pantas kau disini! Dasar tak tahu diri!!!" bentak ibunya pada Nia. Memang sedari dulu Nia tak dapat perlakuan adil dari ibunya, ibunya sangat membenci dan tidak memperdulikannya. "Mau kemana dia? Heran aku tiap hari selalu saja keluar rumah tapi masih saja susah" begitu kata kakak Nia Hati siapa yg tak akan sakit, jika ada saudara kita sendiri mengadu domba, mencerca, memaki, menghina didepan orang tua kita. Begitu yg dilakukan kakaknya Sebenarnya Nia sudah tahu jika ia tidak diinginkan, selebih lagi ibunya selalu kemakan omongan kakaknya. Meski begitu ia tak pernah durhaka terhadap orang tua, ia selalu santun, berbuat baik, berbagi, atau bahkan merawat ibunya dikala sakit. Sayang....setiap pengorbanan, pemberian tak pernah ternilai. Lebih pedih...